Sabtu, 05 Maret 2011

ICT in my school beloved,

New Inovation

ICT in my school,
ICT atau tik adl sebuah mata pelajaran yang sangat digemari oleh kawula muda saat ini. Gak Cuma pelajar atau mahasiswa, orang tua bahkan kakek2 & nenek2-pun cenderung menggeluti dunia teknologi. Saling berlomba-lomba karena takut dan malu kalo dibilang gaptek alias gagap teknologi. Apalagi sekarang zaman semakin maju, teknologipun berkembang seiring berjalannya waktu. Dunia virtualpun merambah kedalam kehidupan memikat siapa saja yang menggunakannya dengan sajian2 unik & menyediakan santapan yang bisa dinikmati siapapun. Mulai dari iklan2, berita, games online, bahkan sampai orang tanpa busana tersaji dengan gratis, siapa yang nolak coba???
Sebagai sekolah yang ingin maju, berkembang dan membuat inovasi baru, sekolahku tercinta juga menyediakan sarana & fasilitas teknologi. Yang membuatku bangga, pelajaran tik itu gak Cuma dari buku doang tentang langkah gimana cara menghidupkan komputer, ngenali ikon-ikon dengan simbol2 W, X dan semacamnya tapi langsung ke aplikasi yang mungkin meningkat jauhdibanding sekolah-sekolah lain. Microsoft Word misalnya, suatu program aplikasi pengolah data yang sudah sangat2 kita tahu. Di ex-skul ku dulu orang bisa nge-tik (type) cepat, rapi tau center, left, right aja guru-guru udah bangga banget, tapi kalo di SMA-ku ini yang gituan mah udh kacangan banget. Yang kami buat itu bukan Cuma buat data, tau pengaturan, baris, copy paste dan undo-redo aja tapi kami dilatih gimana membuat data yang uniq, menarik dan bergengsi. Jujur aja di-ex-skulku aku gak tau apa itu dropcap, mailmarge dan sebagainya.
Beralih ke internet, dunia virtual yang membuat kita lupa dan terlena. Disekolah lain hanya mengenalkan apa itu motherboard, RJ45, lancard, modem dsb, cara menghubungkan pc ke internet hanya dari buku. In my beloved school, kami sebagai muridnya itu udah praktek langsung dalam penyambungan internet & membuat jaringan sendiri. Motherboard itu letaknya dimana itu tinggal tutup mata InsyaAllah bisa. Aku bukan bermaksud meremehkan skul-skul yang lain tapi hanya menceritakan keaktifan TIK disekolahku di dunia nyata, bukan hanya dibuku semata. Takutnya, belajar tik dari buku yang hanya teori semata akan membuat kita bingung begitu menghadapi yang nyata secara langsung.
Alhamdulillah di CT Foundation kami diberi fasilitas yang sudah lebih dari cukup. Kami tidak menggunakan PC (Personal Computer) yang membuat ruangan sumpek dengan kabel2 warna yang kalo PC-nya error satu semua menjadi error karena topologi jaringan yang semuanya memiliki kelemahan melainkan laptop dengan keluaran terbaru.
Sekolah memiliki asisten laboratorium komputer yang tidak dari guru melainkan dari siswa ctf sendiri yang memiliki kemampuan lebih yang dapat membantu guru dan sekolah dan semua terkoordinasi dengan baik dan lancar. Walaupun terkadang mengalami sedikit gangguan, tetapi semuanya bisa diatasi dengan baik oleh para asistent.
Mungkin bagi kamu-kamu yang jadi fanatik it atau teknologi, kamu bisa dapatkan pendidikan mulai dari dasar di skul-ku tercinta, CT Foundation. Selain itu di my skul juga menyediakan kelas minat bakat ICT atau OSN setiap akhir mingunya sehingga kamu bisa menggali potensimu tentang IT sedalam mungkin.
Oke guys! I think that’s enough. Who curious with this article, you can come here to see the realize, OK!!!

tle love of mother


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Jumat, 11 Februari 2011

Medan Metropolitan...*


 Langkahku semakin lelah berjalan menyusuri....
Mondar-mandir dikaramaian kota...
Hati yang bingung brosurnya gak habis-habis...
Enggak tahu kenapa entah apa salahnya...
                Hmm.... kayaknya syair lagu diatas cocok banget dengan pengalamanku beberapa hari lalu, tepatnya minggu 6 februari beserta temen2. Emang pengalaman apa sih samapai disesuaikan dengan syair lagu??? Beneran mau tau??? Bacadeh baris selanjutnya, okay??!!!
                Waktu bersih-bersih Abi Hendri tuh nanya siapa yang mau nyebarin brosur CTF. Wah swer aku antusias banget. Akhirnya aku, irfan, siska & sofyan berempat unjuk diri ke abi dengan tujuan sambu. Dengan persiapan dadakan kami take off pukul 1  ba’da zuhur dengan membawa 500 eksemplar brosur + poster. Tiba disana aku kaget banget dengan kondisi sambu dan pangsa pasar itu sendiri. Semua dugaan dalam pikiran aku meleset banget, jauh dari perkiraan. Rada sunyi dan lebih banyak orang kristennya. Kami berpencar dalam 2 bagian. Sofyan partner siska, aku sendiri bareng irfan.
                “wah, gila!!! Kapan habisnya nih fan kalo kondisinya gini? 50 brosurpun belum,” ujarku ke irfan yang rada gak semangat. Akhirnya aku & irfan mutusin untuk nyari siska dan sofyan dulu. Siska ketemu. Tinggal sofyan nih yang gak kelihatan batang hidungnya, kemana sih tuh anak??? Bingung mesti nyari kemana, Eh sofyan nongol dengan keringat bercucuran & nafas ngos-ngosan. Serempak kami tanya kenapa? Sofyan cerita,”gila, pas aku nawarin brosur ke tante-tante yang seksi.... banget dia bilang ‘wah saya dengan senang hati mau sekolah lagi kalau saya duduknya sama kamu’ yah kontan aja aku ngibrit, amit-amit deh,” ujarnya dengan ekspresi geli dan scared.

DUNIA LAIN_...



            Dunia lain??? Serem amat titlenya...,emang dunia lain itu dunia yang bagaimana sih? Antara alam dunia dan alam gaib???
            Yaah, kalau pemikiran kita hanya seputar 2 dunia yang diatas, itu mah sempit banget. Dunia lain yang ana tuliskan & alhamdulillah terpilih jadi title-nya  maksudnya adalah dunia lain dalam kalangan masyarakat, terkhusus kota Medan ini.
            Sebagai orang yang masih berada dikalangan bawah, ana telah meninjau dari sisi-sisi yang sudah sangat sering kita lihat. Hal itu dapat ana simpulkan setelah mengamati atau mengobservasi kehidupan masyarakat dari bernagai kalangan dan golongan di Medan Plaza. Yang bisa ana perhatikan diantaranya adalah sebagai berikut.
v Dari wajah, kalau kita perhatikan wajah-wajah customer disana kentara banget mana orang yang miskin, orang kaya, dan juga orang sok kaya. Biasanya kalo orang kaya tuh wajahnya cerah2, bersih2, coba kalo orang miskin/susah, sebaliknya tuh....
v Dari pakaian/style, biasanhya orang kaya tuh makai baju2 yang in atau update dan cling gitu, dan cenderung modis. Walaupun penampilannya sederhana pasti kelihatan juga.
v Dari kulit, Kok bisa??? Iya dung....., bukan berarti orang kaya berrkulit putih, orang miskin berkulit hitam. Itu salah besar!!! Perbedaan warna kulit itukan karena gen pewarisan sifat. Kalo ditilik dan difikir-fikir, orang kaya tuh udah peka banget yang namanya pedicure, menicure, spa, lighting, blow dan perawatan kulit lainnya. Nah, kulit mereka tuh kinclong2 semua dan wangi karena pakai parfum mahal, Gucci misalnya. Nah, kalo orang miskin, walaupun kulit putih dijamin gak kinclong, alias gak keurus banget, dengan perawatan yang gak mungkin banget didapat seperti kalangan atas, gak pakai sunblock misalnya.
v Nah satu lagi, kalau di mall tuh, orang kaya masuk keluar butik (bautique), counter mahal dan trolli yang full sambil lenggak-lenggok kesana kemari seolah-olah tuh mall udah kayak rumah sendiri. Tapi kalo kalangan bawah, paling banter bawa keranjang plastik kalo gak warna merah, ya biru dengan isi yang terlalu biasa, terus dengan sedikit bengong-bengong ngelihat barang-barang lux dan juga takut nyasar. Kamu-kamu bisa lihat tuh dari ekspresi- ekspresi wajah mereka.
So, ketara bangetkan perbedaannya???





Jumat, 04 Februari 2011

***I wanna be this girl***

allah be with you...,

Ol- English......,


            This is not for the first time i write my daily here, every there the time i always write something what i did before. To share my experinces to other people & effort to make the other happy. But sometimes, the people are never knows & understand about my feel, oh no!!!
            Today, is Saturday. I dont know what will i do besides study english 4 my english champion. Enterpreneur activity makes me a bit entertaining & trying makes my spirit up. Three days ago, Mr. Nasihin called me to his room and one my other frind to found him. I was really-really surprised why did he call me??? As i know, i’ve never made a mistake with him, i tried to remember what i’ve done in his lesson but i wasn’t met it. Oh my lord.....,
            When i arrived there with anta, he asked us have we followed the other champion in the other lesson??? I just said “nop, sir!” his handsome face made me nervous! I tried to calmed my heart & said don’t be crazy neisha!!! Don’t be silly!!!, yeahh.... just in my heart, no more!!! After that he told us about olimpiade english in USU, i was really happy to heard that, indeed!!!
            I hope i will be the win in that champion, my first champion.... wish me luck, friends..., J

Template by:
Free Blog Templates